SINOPSIS BUKU
TUGAS SEBAGAI PENGGANTI UJIAN TENGAH SEMESTER
Disusun guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Strategi Belajar
Mengajar
Dosen Pengampu : Ghufron Dimyati,
M. Pd. I
Oleh:
Muhammad Fahminnafi
2021 111 365
Kelas H
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
IDENTIFIKASI
BUKU
JUDUL
: DESAIN PEMBELAJARAN DI PERGURUAN
TINGGI
PENULIS : HISYAM ZAINI, dkk
(EDITOR/PENEJEMAH) : UMAR SIDIK
PENERBIT : CENTER FOR TEACHING STAFF
DEVELOPMENT (CTSD) IAIN SUNAN
KALIJAGA
TAHUN : 2002
JUMLAH HALAMAN : 238
ISSN/ISBN : 979-97086-1-3
BAB I
PENDAHULUAN
Buku
ini menarik dan memberikan inspirasi, karena buku ini berisi teknik atau cara
mendesain sebuah proses pembelajaran dari awal sampai akhir. Meskipun buku ini
diberi tambahan judul “Di Perguruan Tinggi’, akan tetapi tidak harus dipahami
hanya untuk doosen di perguruan tinggi saja. Buku ini dapat digunakan oleh
siapa saja yang menekuni pembelajaran orang dewasa. Karena di sini seorang
pengajar mempunyai otonomi merancang atau mendesain sebuah proses pembelajaran
sesuai dengan apa yang dia inginkan. Bahkan buku ini dapat diterapkan oleh
siapa saja, bahkan oleh tenaga pengajar yang masih muda.dengan mempraktekkan
teknik-teknik yang ada dalam buku ini, seorang pengajar dapat mempunyai
persiapan mengajar.
Selain
itu buku ini juga memberikan pengetahuan lebih kepada para pembaca, khususnya
para calon pengajar atau pengajar sekalipun karena di dalam buku ini terdapat
cara mendesain suatu perkuliahan atau pembelajaran, menentukan materi
pelajaran, bagaimana cara menentukan sebuah tujuan dalam suatu pembelajaran,
cara-cara atau strategi dalam pembelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar
tersebut.
BAB II
SINOPSIS
A.
Daftar Isi Buku
PENGANTAR vii
RANCANGAN
UMUM ix
1.
Latar
Belakang
ix
2.
Materi
xi
3.
Tujuan
Workshop xi
4.
Peserta
xii
5.
Strategi
Dan Prosesdalam Workshop xii
6.
Evaluasi
xiv
DAFTAR
ISI xv
BAB
I PENDAHULUAN 3
1.1
Pembelajaran
Di Perguruan Tinggi 3
1.2
Belajar
Bagi Orang Dewasa 4
1.3
Andragogi
6
BAB II CONCEPT MAP SEBAGAI TEKNIK DESAIN MATERI KULIAH 15
2.1
Pendahuluan
18
2.2
Teori
Concept Map 19
2.3
Desain
Konten Dengan Teknik Concept Map 23
2.4
Pembuatan
Time Line (Jadwal Perkuliahan) 31
2.5
Keebihan
Dan Kelemahhan Desain Teknik Naratif 33
2.6
Butui-Butir
Penting Tentang Teknik Concept Map 42
BAB
III TUJUAN PEMBELAJARAN 51
3.1.Pendahuluan 54
3.2.Pengertian Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives) 56
3.3.Alasan Perlunya Merumuskan Tujuan Pembelajaran 59
3.4.Kegunaan Tujuan Pembelajaran Bagi Dosen Dan Mahasiswa 62
3.5.Bagaimana Menulis Tujuan Pembelajaran 64
3.6.Penggunaan Taksonomi Bloom Dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran 68
3.7.Komponen Tujuan Pembelajaran 84
3.8.Beberapa Hal Yang Perlu Diperlihatkan Dalam Perumusan LO 86
BAB
IV MENETAPKAN STRATEGI 93
4.1
Pendahuluan
96
4.2
Hakikat
Mengajar 97
4.3
Mengajar
Di Perguruan Tinggi 104
4.4
Belajar
Aktif 110
4.5
Cara
Kerja Otak 116
4.6
Gaya
Belajar 121
4.7
Strategi
Pembelajaran 130
BAB V EVALUASI
HASIL BELAJAR 151
5.1
Pendahuluan
154
5.2
Pengertian
Dan Fungsi Evaluasi 156
5.3
Hubungan
Tujuan Pembelajaran (Learningn Objective) Dengan Evaluasi 160
5.4
Tipe-Tipe
Tes Dan Alternatif Tes 164
5.5
Memilih
Teknik Evaluasi Yang Tepat 166
5.6
Karakteristik
Tes Yang Baik (Fair) 176
5.7
Konstruksi
Butir Soal 178
5.8
Pendekatan
Dalam Evaluasi 215
Daftar
Pustaka 219
B.
Informasi Ringkas Buku
1.
BAB I;
Pendahuluan
Pada
Bab I ini berisi tentang pendahuluan yang di dalamnya mencakup beberapa hal,
antara lain:
a)
Belajar
bagi Orang Dewasa
Menurut Swiss, C. Jung, membagi individu secara psikologis menjadi
2, yaitu:
1)
Eksttrovert;
orang yang bersifat ekstrovert cenderung menyukai cara
belajar dengan melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar.
2)
Introvert;
lebih menyukai belajar dengan cara berpikir sendiri tanpa ada gangguan
dari lingkungan luar.
Menurut D.A. kolb dalam teorinya mengemukakan empat tahapan dalam
belajar, antara lain:
1)
Pengalaman
kongkrit.
2)
Observasi
reflektif, mengembangkan observasi terhadap pengalaman yang telah dialami.
3)
Konseptualisasi
abstrak, menciptakan suatu konsep atau teori untuk menjelaskan observasi.
4)
Eksperimen
aktif, menggunakan teori-teori untuk memecahkan suatu masalah dan membuat
keputusan.
b)
Andragogi
Merupakan salah satu pendekatan dalam pendidikan yang dipopulerkan
oleh Malcolm Knowles pada tahun 1986. Ia menyatakan bahwa andragogi adalah the
art and science of helping adult learn, yaitu seni dan ilmu yang berkaitan
dengan cara-cara membantu orang dewasa belajar. Berbeda denga pedagogi, yaitu
sebagai seni dan ilmu yang berkaitan dengan cara mengajar anak.
Pendekatan andragogi ini mempunyai empat asumsi,yaitu:
1)
Orang
dewasa biasanya mampu mengarahkan diri sendiri
2)
Orang
dewasa mempunyai pengalaman yang beragam.
3)
Orang
dewasa siap belajar sebagai akibat dari posisnya dalam transisi perkembangan.
4)
Orang
dewasa lebih menyenangi belajar yang bersifat problem-centered atau performance-centered.
2.
BAB II; Concept
Map Sebagai Teknik Desain Materi Kuliah
Kemudian
pada Bab II dalam buku ini berkaitan dengan penyusunan materi, meskipun hampir
semua mata kuliah telah mempunyai silabus atau topik inti, tetapi setiap
penagajar dianjurkan menyusun rancangan materi yang akan diajarkan selama satu
semester secara mandiri. Seorang dosen ini dituntut untuk mandiri dalam mencari
bahan bacaan, menyusun alur materi, menentukan topik-topik, dan lain-lain.
Berkaitan
dengan penyusunan materi perkuliahan, di dalam buku ini ditawarkan suatu cara
yang diberi nama Concept map atau peta konsep. Concept map ini
adalah visualisasi dari suatu mata kuliah yang dapat digunakan oleh seorang
pengajar atau dosen dalam memulai perkuliahan di awal semester. Dengan
menayangkan peta konsep di layar OHP atau membagikan fotokopinya kepada
mahasiswa, seorang dosen diharapkan dapat memberikan gambaran secara umum
tentang materi perkuliahan selama satu semester dalam waktu yang tidak terlalu
lama.
Kegunaan
concept map dalam pembelajaran:
1)
Persiapan
desain materi untuk satu semester.
2)
Persiapan
mengejar per topik bahasan.
3)
Menghubungkan
kulliah sebelumnya dengan kuliah yang diajarkan.
4)
Dalam
mengorganisasikan proyek dan penulisan makalah (paper).
5)
Membuat
ranagkuman teks bacaan.
6)
Menentukan
pemahaman sebelumnya.
7)
Evaluasi
dan penilaian.
3.
BAB III; Tujuan
Pembelajaran
Pada
Bab III ini, sesudah materi disusun, kita menuju langkah selanjutnya, yaitu
menentukan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan
tertulis yang menunjukkan perilaku apa yang diharapkan akan didapat oleh
mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan. Tujuan pembelajaran adalah guide
atau panduan yang akan terus memeberi pedoman dan juga rambu-rambu kepada para
dosen sehingga tidak keluar dari apa yang telah ditetapkan.
Tujuan
pembelajaran di dalam buku ini menggunakan istilah asli dari bahasa Inggris,
yaitu learning objective yang sering disingkat dengan LO. LO adalah
sasaran atau target yang hendak dicapai oleh seorang pengajar. Peran LO ini
sangat penting dalam mendesain suatu mata kuliah. LO dapat mempengaruhi
penentuan strategi pembelajaran yang akan diterapkan.
Tujuan
pembelajaran (LO) bagi mahasiswa adalah sebagai berikut:
a)
Mengetahui
harapan dosen secara jelas.
b)
Menjadi
pedoman untuk fokus belajar.
c)
Mengetahui
indikator-indikator yang jelas untuk mengukur keberhasilan.
4.
BAB IV; Menetapkan
Strategi
Sebelumnya
telah disinggung pada bab III bahwa dalam menentukan strategi pembelajaran
tidak lepas dari tujuan pembelajaran. Hal itu agar materi dapat disampaikan
sesuai dan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan. Penetapan strategi yang
relevan itu merupakan suatu keharusan. Strategi yang tepat akan membina peserta
didik (mahasiswa) untuk berpikir mandiri, kreatif dan sekaligus adaptif
terhadap berbagai situasi yang terjadi
dan yang mungkin terjadi.
Hubungan
antara LO dan strategi pembelajaran akan semakin jelas lagi jika sudah masuk
ranah-ranah pembelajaran, seperti kognitif, afektif, dan psikomotoris.
Misalnya, tujuan pembelajaran yang bersifat afektif, seperti menghargai suatu
sikap, tidak akan efektif jika diajarkan dengan menggunakan metode ceramah atau
diskusi.
Beberapa
strategi atau metode pembelajaran yang biasa digunakan di perguruan tinggi,
yaitu:
a)
Ceramah
Adalah metode
pembelajaran yang dilakukan dengan menyampaikan pesan informasi secara satu
arah lewat suara yang diterima melalui indra telinga.
Kelemahan
metode ceramah:
1)
Daya
tahan mahasiswa untuk berkonsentrasi dengan indra telinga sangat terbatas.
2)
Ketika
mendengarkan, mahasiswa sangat mudah terganggu karena mahasiswa lebih terfokus
dengan apa yang terlihat (visual) daripada yang terdengar (audio).
b)
Diskusi
Merupakan strategi penting menciptakan proses belajar aktif.
Mendengarkan dan memperhatikan berbagai pandangan yang berbeda akan menantang
pemikiran mahasiswa.
Hambatan dosen dalam proses diskusi:
1)
Melibatkan
partisipasi mahasiswa dalam diskusi.
2)
Membuat
mahasiswa sadar terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
3)
Mengatasi
reaksi emosional mahasiswa.
4)
Membuat
struktur diskusi, mulai dari pengantar sampai sengan simpulan.
5.
BAB V; Evaluasi Hasil
Belajar
Pada
bab V ini merupakan tahap terakhir dari proses pembelajaran, yaitu evaluasi. Evaluasi
ini erat kaitannya dengan komponen tujuan pembelajaran, karena semua kegiatan
evaluasi yang menilai hasil belajar mahasiswa pada dasarnya untuk mengetahui
ketercapaian tujuan pembelajaran.
Evaluasi
hasil belajar merupakan komponen penting dalam setiap situasi pembelajaran.
Jika “belajar” diartikan sebagai perubahan dalam pengetahuan, keterampilan,
atau sistem nilai, maka perubahan tersebut hanya dapat dinilai melalui
evaluasi.
Dalam
buku ini juga dijelaskan bagaimana cara mengevaluasi seperti tes objektif
berbentuk soal benar salah, menjodohkan, dan memilih satu dari berbagai
alternatif jawaban, dan lain-lain dengan menyertakan contohnya.
C.
Kesimpulan
Dari beberapa bab di atas dapat
disimpulkan dengan bagan di bawah ini:
|
MATERI (BAB II)
|
|
STRATEGI (BAB IV)
|
|
T
|
|
U
|
|
J
|
|
U
|
|
A
|
|
N
|
|
E
|
|
V
|
|
A
|
|
L
|
|
U
|
|
A
|
|
S
|
|
I
|
|
(BAB III)
|
|
(BAB V)
|
|
(BAB I)
|
|
BELAJAR/
DESAIN
PEMBELAJARAN
|
BAB III
ANALISA BUKU
A.
Kelebihan:
1.
Buku
ini sangat cocok digunakan bagi para calon pengajar (dosen) ataupun dosen muda,
karena berisi tentang proses pembelajaran dari awal sampai akhir semester.
2.
Materinya
mudah dicerna, sehingga mudah untuk diaplikasikan di dalam proses pembelajaran.
3.
Penggunaan
bahasa yang mudah dipahami.
4.
Runtutan
antar bab yang mudah diikuti.
5.
Terdapat
bagan-bagan yang memperjelas materi.
6.
Memberikan
gambaran bagi para dosen untuk menentukan desain pembelajaran dalam perkuliahan.
B.
Kekurangan:
1.
Buku
ini lebih dikhususkan kepada para pengajar di perguruan tinggi saja, karena
konsepnya yaitu mendesain pembelajaran di perguruan tinggi.
2.
Terlalu
banyak gambar yang tidak masuk dalam materi.
3.
Buku
terlalu tebal.
4.
Banyak
kata serapan (bahasa Inggris) yang tidak ada artinya, sehingga sedikit
membingungkan.
C.
Tindak lanjut:
Berangkat
dari kekurangan dalam buku “Desain Pembelajaran Di Perguruan Tinggi” karya
Hisyam Zaini, dkk, maka perlu diadakan suatu tindak lanjut berupa, meminimalkan
gambar-gambar yang tidak perlu agar buku menjadi lebih ringkas, ataupun
mengganti gambar yang tidak sesuai dengan materi dengan gambar lain yang lebih
nyambung. Hendaknya jika menggunakan bahasa asing (bahasa Inggris) maka
dikutsertakan pula arti atau maknanya.
BAB IV
PENUTUP
Puji syukur kepada
Allah SWT yang telah memberikan banyak nikmat, serta memberikan kesempatan
kepada saya sehingga dapat menyelesaikan tugas ini. Bersama ini saya
mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Kedua
orang tua tercinta yang telah memberikan kasih sayang yang tulus yang tidak
pernah saya dapatkan dari seorang manapun.
2.
Bpk.
Ghufron Dimyati M. Pd. I selaku dosen mata kuliah Strategi Belajar Mengajar.
3.
Sahabat
dan teman-teman terbaikku yang saya banggakan.
4.
Seseorang
yang selalu memotivasi dan mendo’akan saya.
Harapan
dan rekomendasi yang ingin saya sampaikan, semoga bisa memberikan manfaat bagi
para pembaca (khususnya para dosen dan calon dosen) di manapun berada.
Menimbulkan rasa ingin tahu sehingga mencari informasi lebih lanjut tentang
buku ini. Dan saya harap pembaca memberikan kritik dan saran kepada saya selaku
penulis, yang bertujuan untuk memperbaiki sinopsis ini menjadi lebih baik.
Buku
ini sangat bagus diterapkan konsepnya di dalam mendesain suatu pembelajaran di
perguruan tinggi, karena di dalam buku ini mengandung tahapan-tahapan dalam
proses pembelajaran tersebut dan menurut saya mudah unutk diaplikasikan dalam
dunia pendidikan (khususnya dalam proses perkuliahan).
TENTANG PENULIS
02 Pekalongan lulus pada tahun 2011.
Dan kemudian melanjutkan studi Strata satunya di STAIN Pekalongan masuk pada
tahun 2011 hingga sekarang (tepatnya
sekarang semester 5).
Kesan : “Gak” Gaptek lagi setelah ikut mata kuliah SBM.
Pesan : Carilah Ilmu sampai ke Negeri Jiran.
Komentar
Posting Komentar